Langsung ke konten utama

Melukis Kain bersama Sulaman Kristik





Menyulam merupakan salah satu aktivitas menarik bagi sebagian wanita.  Hanya dengan duduk manis di rumah, kaum hawa bisa menghasilkan kerajinan tangan unik. Hasil karya ini bisa difungsikan sebagai taplak meja, sarung bantal, tempat tisu, hingga hiasan dinding. Jadi, selain untuk menyalurkan hobi, menyulam bisa menjadi kesempatan menambah pundi-pundi.

 

Ada beragam jenis sulaman, salah satunya kristik atau sulam tusuk silang. Berbeda dengan sulaman lain yang umumnya tusuk hias dengan garis lurus atau melengkung, kristik merupakan untaian silang seperti huruf X.  


Motifnya pun beragam, bukan hanya bunga seperti pada sulaman lain. Untuk kristik, kita bisa menyulam motif rumah, pohon, orang, hewan, bahkan pemandangan alam. Jika kumpulan tusuk silang tersebut dipadupadankan, maka akan muncul kotak-kotak yang membentuk ilustrasi di atas kain, seperti contoh di bawah ini.

 


Walaupun berbentuk kotak-kotak, jangan berpikir kalau karya ini akan terlihat membosankan. Jika motif kreatif dipadukan dengan warna-warni menarik, maka terciptalah lukisan benang indah di hamparan kain. Semua tergantung kreativitas penyulam. Dia bisa mengutip dari buku motif kristik yang banyak dijual di pasaran, atau membuat kreasi sendiri.

 

Bahan-bahan kerajinan ini juga gampang ditemukan. Cukup sediakan kain strimin atau aida yang permukaannya berlubang-lubang. Kain dengan corak berlubang mempermudah penyulam untuk merangkai benang menjadi bentuk silang. Kalau menggunakan kain biasa, nanti bentuk silangnya tidak rapi karena tak terletak pada satu garis lurus.

 

Untuk jenis benang, bisa dipilih benang wol atau sulam.  Karena ukuran benang ini termasuk besar dari ukuran benang biasa, maka dibutuhkan jarum bermata besar. Bentuk jarumnya agak jumbo supaya nyaman digunakan. 


Kain dan jarum untuk menyulam kristik


Setelah kain, benang, dan jarum tersedia, maka selanjutnya diperlukan buku motif kristik. Nggak mungkin, kan, menyulam sambil berimajinasi. Menyulam pun perlu buku panduan. Cuma, kalau sudah rutin mengkristik, biasanya penyulam mahir membuat motif sendiri. Hasilnya bisa lebih bagus karena kreasi pribadi.  Idenya bukan pasaran dan punya ciri khas. 


Buku motif kristik


Semua kebutuhan di atas banyak dijual di toko peralatan jahit. Tapi, kalau ribet mengumpulkan satu per satu, gimana? Tenang, sekarang sudah tersedia perlengkapan kristik secara paket. Dalam paket tersebut sudah tersedia jarum, benang, kain, sekaligus motif.  


Jadi, tak perlu repot-repot lagi mengumpulkan peralatannya satu per satu. Di toko-toko tertentu biasanya paket ini sudah tersedia dengan harga terjangkau. Hanya saja, tidak sembarangan toko mau menjualnya. Jadi, coba temukanlah di pusat pasar terkemuka.



Sejarah Kristik

Sulaman ini identik dengan hasil karya jadul, bukan  karena sudah eksis sejak zaman nenek kita masih pergi sekolah. Karya ini sudah tersebar di seluruh dunia sejak berabad-abad lalu. Kristik telah melewati batas zaman dan tetap eksis sampai sekarang.


Karya ini sudah ditemukan sekitar abad ke-6 SM di makam Mesir. Kemudian menyebar ke negeri lain, hingga populer di China pada masa Dinasti Tang sekitar tahun 618 -907 M. Selanjutnya, sulaman ini terus berkembang ke seluruh dunia.


Kristik berkembang sampai Amerika Serikat dan Eropa. Di Amerika Serikat, disimpan kerajinan kristik tertua di Pilgrim Hall Plymouth, Massachusetts Amerika. Pada tahun 1653, karya tersebut disulam oleh Lora Standish, anak perempuan dari Myles Standish, seorang penasehat militer kerajaan Inggris.


Di Indonesia, kristik dikenal melalui orang-orang Belanda pada saat sulaman ini tren di Eropa.  Namanya berasal dari bahasa Belanda, yaitu Kruissteek, atau Cross-Stich dalam bahasa Inggris.  Kristik terus berkembang di tanah air sebagai salah satu kerajinan sulaman yang cukup populer.

 

Manfaat Menyulam Kristik

Bagi sebagian orang, kristik merupakan hobi di waktu luang. Namanya hobi, terkadang hanya sekadar melintas untuk mengisi kekosongan jadwal. Padahal, ada banyak manfaat dari hobi menyulam kristik.  Kegiatan ini bukan cuma kesibukan numpang lewat yang langsung dilupakan ketika ada pekerjaan lain.

 

“Ah, ini, kan, aktivitas rumahan untuk perempuan.”

 

Eits, tunggu dulu. Jangan dipandang sebelah mata kegiatan ini.  Memang menyulam mayoritas dikerjakan perempuan, tapi bukan berarti bisa dianggap kesibukan remeh temeh dan unfaedah. Kristik memberi banyak manfaat untuk orang yang tekun mengerjakannya.

 

Apa saja manfaat dari menyulam kristik? Ini dia.

 

Berlatih Konsentrasi dan Fokus

Bagi yang pernah menyulam kristik, mungkin tahu kalau menghitung jumlah kotak-kotak di buku motif perlu konsentrasi. Salah menghitung, sulaman bisa jadi berantakan bahkan harus dibongkar ulang. 


Memang adakalanya bisa diakalin dengan mengganti coraknya. Tapi kalau kesalahan hitungannya sudah parah, terpaksa harus diganti. Ya ... sedikit membuang benang dan waktu.  

 

Oleh sebab itu, perlu melatih konsentrasi dan fokus selama mengerjakan sulaman kristik. Penyulam harus menghitung jumlah kotak dengan benar, kemudian sulam dengan tepat supaya tidak perlu dua kali kerja.


Jarang, kan, ada orang yang mau dua kali mengulang pekerjaan. Kalau boleh, satu kali ayunan tangan, langsung selesai semua. Jadi, dalam mengkristik, konsentrasi adalah koentji.

 

Nah, biasanya sesuatu yang sering dilatih akan menjadi karakter. Dalam pekerjaan lain pun, konsentrasi dan fokus diperlukan untuk memperoleh hasil maksimal. Menyulam kristik bisa menjadi sarana untuk belajar menajamkan karakter ini. Lumayan, kan, kita jadi nggak mudah terdistraksi. 

 

Melatih Kesabaran

Kesal nggak kalau harus mengulang kesalahan karena salah menghitung kotak motif? Dalam situasi demikian, pilihannya sederhana, kok. Membongkar dan menyulam ulang dengan corak yang benar atau berhenti sekaligus.  


Kalau berhenti biasanya kristik langsung simpan jauh-jauh. Kalau perlu di lemari bagian paling bawah.  Tapi, sayang sekali kalau memilih opsi terakhir. Sudah meluangkan waktu, uang, dan tenaga, eh, malah berhenti.

 

Meneruskan menyulam bisa menjadi pilihan kalau penyulam tetap sabar. Ternyata berhadapan dengan kain dan benang pun perlu kesabaran, ya.  Bukan hanya dengan orang lain membutuhkan bersabar. 


Kalau nggak agak dipaksakan, karyanya tak akan pernah selesai. Kekesalan hanya menyebabkan bahan kristik teronggok di sudut ruangan, kemudian menjadi sarang kecoa atau semut.

 

Padahal kalau tabah meneruskannya, hasilnya bisa beda, lho. Walaupun mengambil waktu cukup lama, kristik yang berhasil diselesaikan menjadi kebanggaan tersendiri. 


Kelak penyulam akan tersenyum karena ketekunannya  telah menghasilkan karya yang indah. Dalam hati dia berucap, nah, nggak sia-sia jerih payahku.

 


Belajar mengasah kreativitas

Menyulam kristik biasanya dipandu dengan buku motif yang banyak diperjualbelikan di toko peralatan jahit. Namun, kalau cuma mengikuti aturan motif, karyanya jadi agak pasaran. Hampir semua orang menggunakan corak yang sama. Jadi, hasilnya seragam dan mirip hingga pilihan warnanya.

 

Oleh karena itu penyulam sebaiknya punya kreativitas.  Yuk, cari ide supaya motifnya agak unik, misalnya mengganti dengan warna yang berbeda dari yang tertera di buku motif. Atau, bisa juga dengan menggabungkan beberapa motif dalam satu kain sulaman. Jadi, karyanya bisa melukiskan nuansa baru.  

 

Meningkatkan ketelitian

Kotak-kotak dalam buku motif kristik umumnya kecil sekali dan saling berhimpitan. Warnanya pun agak mirip, misalnya daun berwarna hijau tua dan hijau lumut sulit dibedakan.  Kalau mata kurang awas, salah sulam bakalan terjadi.  Mata harus bisa menjadi rekan kerja terbaik untuk jari-jari.

 

Oleh karena itu, menyulam kristik membutuhkan ketelitian agar hasilnya kinclong dan rapi. Jangan sampai karena terburu-buru karyanya malah kacau balau. Mengerjakannya harus sabar dan telaten, walau membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Kalau sudah selesai dan hasilnya membanggakan, rasa capek, lelah, dan kesal tadi, langsung menguap ke udara. Puas!  

 

Kesempatan Menambah Pundi-pundi

Nah, ini yang paling menyenangkan. Dengan sulaman kristik, pengguna berkesempatan untuk menambah penghasilan. Asyik, kan. 


Hanya di rumah menyulam sambil mendengarkan musik atau menikmati cemilan, ada kesempatan agar isi kantong bergemerincing. Dari sekedar hobi mengisi waktu luang, kristik bisa menjadi sumber penghasilan sampingan.

 

Apalagi di era online shop seperti sekarang, peluang cuan semakin terbuka lebar.  Hanya perlu memasang toko di dunia maya, karya-karya penyulam sudah terpampang secara global. 


Yap, asal ongkir sesuai, pembeli bisa datang dari seluruh penjuru. Walaupun perlu kesabaran dan waktu yang tidak sebentar, peluang jual beli kristik tetap menjanjikan.

 

Kristik, Sulaman Berciri Khas Kotak

Dengan metode kristik, kita bisa menyulam berbagai jenis objek di atas kain. Kalau sulaman jenis lain biasanya fokus pada bentuk bunga atau daun, kristik boleh menghasilkan beragam motif yang 'terlukis' indah. Dengan menggabungkan motif kota-kotaknya, jenis sulaman ini bisa menghasilkan ilustrasi unik.

 

Walaupun bermanfaat untuk hobi atau meraup penghasilan, sebaiknya tetaplah mengatur waktu istirahat selama menekuni aktivitas ini.  Sama seperti gadget, mata juga perlu beristirahat setelah lelah menyulam berbagai motif.  


Hindari juga mengkristik pada malam hari, atau dalam pencahayaan minim. Hal ini akan akan mempengaruhi  kesehatan mata. Menyulamlah di tempat dengan pencahayaan cukup, terutama dari sinar matahari.

 

Akhir kata, bagi yang hobi menyulam kristik jangan jemu berkarya melalui kegiatan ini. Kristik bisa menjadi kesempatan untuk melatih karakter penggunanya agar lebih sabar, konsentrasi, serta teliti.  


Jenis sulaman ini pun telah menembus zaman, tapi sampai sekarang tetap memiliki penggemar. Artinya, kalau dibawa ke pasaran, bisa menjadi peluang meraih cuan untuk jangka panjang.

 

Nggak perlu takut dibilang jadul karena hobi mengkristik. Sulaman ini tak pernah lekang melewati waktu.



Referensi :

* Gambar merupakan koleksi pribadi yang diedit menggunakan Canva.


* 7 Fakta Menarik tentang Sulaman Kristik Kerajinan Kristik

https://fitinline.com/article/read/7-fakta-menarik-tentang-sulaman-kristik--kerajinan-kristik/

Postingan populer dari blog ini

Prioritaskan Kesehatan Mata Sebagai Investasi Seumur Hidup

Kaca mata identik dengan orang tua dan kakek nenek lansia. Penglihatan yang mulai mengabur karena faktor usia ataupun penyakit, membuat para warga senior banyak yang bermata empat. Namun, apa jadinya kalau anak-anak sudah menggunakan kaca mata? Berkaca mata sejak usia 12 tahun, saya paham bagaimana risihnya dulu pertama kali memakai benda bening berbingkai ini. Saat masuk ke kelas, ada beragam tatapan dari teman-teman, mulai dari yang bingung, merasa kasihan, sampai yang meledek.  "Ih, seperti Betet!" Begitu gurauan seorang anak diiringi senyum geli. Hah, Betet? Sejak kapan ada burung Betet yang memakai kaca mata.  Cerita beginian cuma ada di kisah dongeng. Terlalu berlebihan. Candaannya diabaikan saja Waktu itu,  bukan perkara mudah menjadi penderita rabun jauh atau miopia. Apalagi di sekolah saya tidak banyak anak yang memakai kaca mata. Kalau kita beda sendiri, jadi kelihatan aneh.  Padahal, siapa juga yang mau terkena rabun jauh? Walaupun risih, keluhan mata tidak boleh

Konservasi Hutan untuk Ekonomi Hijau bersama APRIL Group

Gerakan ekonomi hijau atau Green Ekonomy mulai disosialisaikan oleh United Nation Environment Program (UNEP) pada tahun 2008. Konsep ini menitikberatkan pada kegiatan ekonomi untuk kemajuan negara, dengan memperoleh keuntungan bersama antara produsen dan konsumen, tanpa merusak lingkungan. Salah satu lingkungan yang dipantau adalah hutan. Sebagai salah satu pabrik pulp dan kertas terbesar di dunia,  pengalaman APRIL Group , melalui anak perusahaannya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Riau, Indonesia, dapat menjadi referensi untuk pelestarian lingkungan. Perusahaan tetap konsisten mengelola pabrik, tanpa mengabaikan alam, bahkan  melalui program APRIL2030 , ikut meningkatkan  kesejahtearaan masyarakat  dan turut mengurangi emisi karbon . Yuk, kita simak aktivitas ekonomi hijau bersama perusahaan ini. Ekonomi Hijau untuk Menjaga Keanekaragaman Hayati  Sumber : Pixabay  Konservasi Hutan untuk Mencegah Deforestasi Setiap tahun, perusahaan mampu memproduksi 2,8 jut