Langsung ke konten utama

Prioritaskan Kesehatan Mata Sebagai Investasi Seumur Hidup






Kaca mata identik dengan orang tua dan kakek nenek lansia. Penglihatan yang mulai mengabur karena faktor usia ataupun penyakit, membuat para warga senior banyak yang bermata empat.


Namun, apa jadinya kalau anak-anak sudah menggunakan kaca mata?


Berkaca mata sejak usia 12 tahun, saya paham bagaimana risihnya dulu pertama kali memakai benda bening berbingkai ini. Saat masuk ke kelas, ada beragam tatapan dari teman-teman, mulai dari yang bingung, merasa kasihan, sampai yang meledek. 


"Ih, seperti Betet!" Begitu gurauan seorang anak diiringi senyum geli.


Hah, Betet? Sejak kapan ada burung Betet yang memakai kaca mata.  Cerita beginian cuma ada di kisah dongeng. Terlalu berlebihan. Candaannya diabaikan saja


Waktu itu,  bukan perkara mudah menjadi penderita rabun jauh atau miopia. Apalagi di sekolah saya tidak banyak anak yang memakai kaca mata. Kalau kita beda sendiri, jadi kelihatan aneh.  Padahal, siapa juga yang mau terkena rabun jauh?


Walaupun risih, keluhan mata tidak boleh diabaikan. Rabun jauh jika dibiarkan, kelak akan mengganggu perfoma belajar di sekolah. Cepat atau lambat, penglihatan ke papan tulis akan mengabur. Akibatnya, saya akan kesulitan mengikuti pelajaran dengan baik.


Gangguan mata sebenarnya sudah lama saya ketahui. Karena cemas bakalan disuruh memakai kacamata, ya didiamkan saja. Namun, sesuatu yang buruk cepat atau lambat biasanya segera terbongkar. Karena diadakan pemeriksaan mata di sekolah, akhirnya orang tua tahu permasalahan saya.


Kacamata dengan lensa sebelah kanan minus empat mulai menjadi teman setia .  Waktu itu, mata sebelah kiri masih minus nol. Namun, kira-kira setahun kemudian si kiri ikutan bermasalah dan mulai kabur melihat ke papan tulis.  Setelah diperiksa, ternyata ada gangguan dan harus dipasang lensa minus satu.


Sebenarnya, dulu ada dua solusi untuk mengatasi masalah mata saya, yaitu kaca mata dan lensa kontak.  Hanya saja, karena usia yang masih terlalu muda, dokter menyarankan agar saya memakai kaca mata.  Lensa kontak terlalu beresiko untuk anak-anak yang belum paham higienis dan kedisiplinan pemakaian lensa kontak.


Yap, akhirnya kacamata menjadi pilihan terbaik mengatasi rabun jauh. Walaupun sempat ada yang meledek, biarkan saja.  Si peledek pun cuma bertahan selama beberapa hari. Setelah itu dia bosan dan akhirnya diam sendiri.


Mengatasi rabun jauh lebih penting daripada mendengarkan omongan orang lain. Kebayang, kan, bagaimana sulitnya kita bergerak dan beraktivitas dengan pemandangan yang seperti rata semua. Kita bahkan kesulitan mengenali orang-orang dengan jarak tertentu.  

 

Banyak mitos yang beredar tentang rabun jauh. Dulu, saya berpikir penyebab utama gangguan ini adalah kebiasaan buruk sehari-hari. Saya memang sering membaca buku di tempat dengan penerangan minim, menulis berjarak kurang dari 30 cm, menonton televisi terlalu dekat, hingga malas makan sayuran. 


Begitulah mitos yang bereda di masyarakat, hingga kemudian saya tahu rabun jauh tidak sesederhana informasi tersebut.


Jadi, apa penyebab miopia pada anak?


Beragam Masalah Gangguan Mata

Sebelum membahas miopia pada anak, yuk lihat dulu anatomi mata berikut. Miopia hanya salah satu masalah gangguan mata.  Kelainan reflaksi pada mata  menyebabkan masalah penglihatan.


Pengertian kelainan reflaksi adalah gangguan pada mata karena cahaya yang masuk melalui lensa mata, tak fokus pada retina. Akibatnya penderita tidak dapat melihat dengan jelas benda-benda yang berada di depannya

Anatomi mata


Rabun dekat, rabun jauh, mata silinder, mata tua, serta mata tua disebabkan oleh masalah pada lensa mata.  Lensa berfungsi untuk mengatur sinar yang masuk, agar sinar jatuh fokus pada bintik kuning retina.  


Lensa mata penting untuk menentukan kualitas penglihatan seseorang. Jika muncul gangguan pada lensa mata, maka seseorang akan sulit melihat benda-benda dari jarak jauh atau dekat, tergantung kelainan pada lensa.


Mata normal


Gambar di atas adalah penglihatan pada matanormal. Sinar yang masuk diterima oleh lensa mata dan jatuh fokus di retina.  Tepat di retina, bukan di depan, belakang atau menyebar.  Jika bayangan sinar jatuh tidak tepat di retina, maka hal inilah yang disebut dengan gangguan mata atau kelainan reflaksi.



Apa saja jenis-jenis kelainan reflaksi mata?


Kelainan Reflaksi Mata

Gangguan pada mata sangat mengganggu penderitanya dalam beraktivitas sehari-hari.  Pandangan mata mereka kabur dan tidak jelas ketika melihat objek pada jarak tertentu. Jika tidak ditangani segera gangguan ini bisa membahayakan bukan hanya penderita, tapi juga orang lain.


Bayangkan saja orang yang tidak bisa melihat jelas harus menyetir kendaraan.  Jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, bukan hanya dia sendiri yang terluka, tapi orang-orang lain yang berada di seputaran lalu-lintas. Oleh sebab itu penting sekali memikirkan gangguan reflaksi mata untuk keselamatan bersama.


Inilah gangguan reflaksi mata yang sebaiknya segera ditangani.


Rabun jauh atau mata minus (miopia)

Mulai usia balita hingga orang dewasa berusia muda dan tua bisa terkena miopia. Gangguan mata ini adalah akibat faktor refraksi yang timbul karena bola mata yang terlalu panjang, atau lengkungan kornea terlalu besar. Akibatnya, cahaya yang masuk tidak fokus  di retina dan objek menjadi buram.


Seperti kisah pendahuluan di atas, anak-anak bisa terkena miopia. Dilansir dari www.healthychildren.org, miopia pada anak bukan disebabkan oleh kebiasaan buruk seperti membaca dalam gelap. Gangguan ini muncul karena bola mata anak yang tumbuh terlalu panjang dari ukuran normal.


Pada anak-anak, miopia umumnya terjadi antara rentang usia 6 - 14 tahun.  Diperkirakan miopia pada usia pra sekolah mencapai 5%, usia sekolah dasar sekitar 9%, dan remaja mencakup 30%.  Penggunaan gadget yang marak seperti sekarang, akan meningkatkan resiko miopia pada anak.

Sumber : healthychildren.org

Gangguan miopia pada anak umumnya memburuk ketika masa remaja, tapi akan mulai stabil ketika usia bertambah.  Situasi ini sesuai dengan pengalaman saya. Ukuran lensa cenderung meningkat ketika berumur belasan tahun, dan mulai stabil ketika duduk di bangku kuliah.


Apa penyebab miopia?

Miopia disebabkan oleh bola mata yang terlalu panjang cahaya. Akibatnya, sinar dari benda yang masuk ke dalam bola mata tidak fokus tepat pada retina, tapi hanya sampai di depannya. 

 

Bayangan yang tidak sampai tepat di retina menyebabkan tampilan benda jarak jauh menjadi kabur. Sebaliknya, objek yang berjarak dekat tampilannya lebih jelas pada penderita miopia.


Berikut ilustrasinya.


Rabun jauh dan bola mata yang terlalu panjang mengakibatkan bayanga jatuh di depan retina 


Penglihatan objek pada penderita miopia


Miopia menyebabkan mata terus-menerus menyesuaikan dengan objek dalam waktu lama, hingga menimbulkan kelelahan. Mata pun menjadi perih dan berair, sedangkan kepala berdenyut terutama pada area kepala bagian depan. 




Rabun dekat (hipermetropia)

Hipermetropi atau rabun dekat adalah gangguan mata dengan gejala yang mirip mata tua atau presbiopi. Cahaya yang masuk melalui mata fokus ke belakang retina.  Hal ini disebabkan oleh bola mata yang terlalu pendek, atau bentuk kornea serta lensa tidak normal.


Beda rabun dekat dengan mata tua adalah rabun dekat terjadi karena kornea atau lensa terlalu pendek. Sedangkan presbiopi terjadi akibat otot di sekitar lensa mata menjadi kaku disebabkan oleh faktor usia. Kekakuan ini menyebabkan lensa mata tidak bisa beradaptasi dengan sinar yang masuk ke mata.


Perbedaan lainnya adalah rabun dekat terjadi pada usia muda, seperti anak-anak. Sedangkan gangguan mata tua muncul pada usia sekitar 40-an.




Rabun dekat dan bola mata yang terlalu pendek, sehingga bayangan benda jatuh di belakang retina



Penglihatan objek pada rabun dekat



Silinder (Astigmatisma)


Silinder adalah gangguan mata kornea yang memiliki ketidaksempurnaan cembungan. Pada kornea mata normal, cembungan berbentuk sempurna seperti lengkungan pada bola. Pada penderita silinder, lengkungan bola matanya menyerupai bola rugbi.


Akibat dari ketidaksempurnaan ini, sinar yang masuk ke mata menyebar dan tidak fokus pada satu titik. Hal ini menyebabkan pandangan mata menjadi kabur. 



Keluhan penderita mata silinder adalah penglihatan pada objek tampak berbayang pada jarak jauh.  Mereka juga sering mengeluhkan sakit kepala atau migrain.



Pada mata silindris sinar yang masuk ke mata menyebar sehingga benda tampak berbayang

Penglihatan objek pada mata silindris


Mata tua (Presbiopi)

Keluhan penderita mata tua (presbiopi) berawal dari pandangan yang kabur dan sulit fokus saat melihat objek pada jarak dekat, termasuk membaca buku berhuruf kecil. Selain kesulitan fokus, mata pun sering menyimpit, lelah, dan berair.


Usia adalah faktor penyebab gangguan presbiopi, yaitu rentang 44 - 46 tahun. seiring bertambahnya umur, kelenturan lensa mata semakin berkurang, hingga lensa menjadi keras dan kurang elastis.  Kemudian, otot-otot mata ikut melemah dan mengakibatkan sulit mengenali benda berjarak dekat


Gangguan mata tua dapat terjadi pada usia di bawah 40 tahun, atau disebut presbiopi prematur. Ada beberapa faktor penyebab presbiopi prematur, yaitu :


  • Mengkonsumsi obat

Orang yang mengkonsumsi obat-obatan, seperti antihistamin (meredakan reaksi akibat alergi), antidepresan (berfungsi untuk mengatasi depresi), serta diuretik (membersihkan kelebihan garam dan air dari dalam tubuh), lebih beresiko mengalami presbiopi prematur.

  • Pengidap penyakit tertentu

Penyakit-penyakit seperti diabetes, multiple sclerosis, serta penyakit jantung dan pembuluh darah, akan meningkatkan resiko presbiopi prematur.


Umumnya untuk mengatasi masalah presbiopi, orang memakai kaca mata ataupun lensa kontak.  Sekarang pembedahan pun bisa digunakan sebagai pengobatan mata tua.




Gambar di atas adalah lensa mata orang yang berusia di bawah 40 tahun dan masih berfungsi normal.  Otot-otot mata masih lentur serta mampu menyesuaikan jarak pandang jika melihat benda-benda jauh atau dekat.  Bayangan benda tersebut jatuh tepat di retina (lingkaran biru). Hal ini berbeda dengan orang berusia di atas 40 tahun yang otot mata sudah tidak elastis lagi, sehingga bayangan benda tidak jatuh tepat pada retina.  Penderita presbiopi akan kesulitan melihat benda pada jarak dekat.


Sekarang sudah ada teknologi untuk mengatasi gangguan reflaksi yang diuraikan di atas, yaitu dengan metode Lasik. Hanya saja, anak-anak di bawah usia 18 tahun, sebaiknya menunda penggunaan metode ini.


Alasannya sederhana. Pertumbuhan bola mata  berhenti sampai usia 18 tahun. Jika dilakukan sebelum usia ini, maka ada kemungkinan pertumbuhan bola mata tidak stabil.  Atau terjadi perubahan ukuran bola mata.


Lasik hanya boleh dilakukan sekali seumur hidup.  Jadi jika terjadi perubahan ukuran bola mata setelah pembedahan lasik, maka penderita tidak boleh lagi menggunakan metode ini. Mereka akan kembali ke kaca mata atau lensa kontak. Sayang, kan, kesempatan memperbaiki penglihatan lenyap seperti asap.


Jadi untuk yang berusia muda, sebaiknya sabarlah menunggu hingga usia mencukupi. Sebelum mencapai usia minimal, kaca mata atau lensa kontak adalah benda yang tepat mengatasi kelainan reflaksi.



Penanganan Kelainan Reflaksi Mata

Bagi yang sudah berusia di atas 18 tahun,  Lasik bisa menjadi solusi untuk mengatasi masalah gangguan mata.  Prosesnya hanya sekali seumur hidup, pasien pun tak perlu lagi menggunakan kaca mata dan lensa kontak. Pembedahannya cepat dan tidak terasa sakit.  


Berasal dari singkatan Laser In Situ Keratomileusis, Lasik adalah salah satu metode dari LVC (Laser Vision Corrrection) yang berfungsi untuk memperbaiki kelainan mata menggunakan sinar laser.


Ada tiga metode Lasik yang dikenal di masyarakat awam, yaitu:


PRK (Photoreactive Keratectomy)

Pembedahan PRK (Photoreactive Keratectomy) adalah prosedur penyembuhan gangguan reflaksi mata tanpa flap, yaitu sayatan atau lipatan tipis di kornea yang dibuat oleh dokter mata pada proses Lasik. 


Dalam pembedahan PRK, terlebih dahulu dokter membersihkan lapisan luar kornea (lapisan epitel) dengan alkohol. Setelah itu, laser mulai diterapkan. 


Proses terakhir adalah pemasangan bandage contact lens (lensa kontak pelindung yang baru dilepas beberapa hari setelah operasi), pada kornea.  


Kelebihan dari metode ini adalah tidak ada resiko flap terlipat, sehingga pasien terhindar dari keluhan mata kering yang sering muncul setelah pembedahan Lasik.


Metode ini punya kekurangan, yaitu pemasangan bandage contact lens menimbulkan rasa tidak nyaman pada pasien. Mereka merasa ada yang mengganjal di mata, apalagi harus menggunakannya selama beberapa hari.  


Metode PRK memerlukan waktu pemulihan yang agak lama. Dalam masa pemulihan, pasien merasa sedikit tidak leluasa, apalagi mata agak sensitif dengan sinar.


Metode Lasik PRK

Femto Lasik

Metode Femto Lasik (Laser Assisted In-Situ Keratomielusis) adalah pembedahan generasi kedua dari LVC.  Prosedur ini minim rasa sakit dan proses pemulihan lebih cepat.


Proses ini menggunakan laser Femtosecond pada pembedahan bola mata untuk memperbaiki kelainan reflaksi.  Caranya adalah dengan membuat bukaan pada permukaan kornea untuk hasil yang lebih aman, serta akurat daripada metode Lasik sebelumnya.


Kelebihan metode ini adalah proses penyembuhannya lebih cepat dari metode PRK. Kondisi penglihatan pasien lebih stabil pasca pembedahan.


Mereka juga merasa lebih nyaman karena tidak perlu menggunakan bandage contact lens. Jadi, tidak ada perasaan mengganjal pada mata.


Karena dokter menggunakan flap, maka metode ini tak lepas dari resiko flap terlipat.  Situasi ini dapat menimbulkan keluhan sedikit mata kering dan silau. 


Proses pembedahan Femto Lasik


ReLex Smile (Refractive Lenticulu Extraction - Small Incision Lenticule Extraction)

Metode ini adalah penggabungan dari dua metode sebelumnya, yaitu PRK dan Femto Lasik. Menggunakan generasi ketiga laser vision correction yang lebih canggih, pembedahan hanya membutuhkan sedikit sayatan sepanjang 2 - 4 mm.


Prosesnya nyaris tanpa rasa sakit dan tak berbau.  Pemulihan pasien termasuk cepat dan sangat minim resiko mata kering. Penderita juga bebas dari gangguan penglihatan di malam hari.  


Hasil proses bedah juga minim Corneal Haze (efek kabut pada kornea), tanpa ada komplikasi flap (sayatan).  


Metode Pembedahan ReLex Smile



Nyaris tanpa komplikasi yang berarti, metode ReLex Smile  paling banyak diminati masien.  Hanya saja, pembedahannya cuma mampu sampai -10 D.


Serba-serbi Lasik


Semua jenis gangguan reflaksi mata bisa diatasi dengan Lasik.  Namun, sebelum pembedahan pasien sebaiknya konsultasi dulu dengan dokter. Dari konsultasi tersebut, dapat diketahui apakah mata pasien layak di-Lasik.  


Dokter juga akan menentukan jenis metode Lasik yang sesuai untuk pasien, antara ReLex Smile, Femto Lasik, atau PRK.


Jadi, semua gangguan reflaksi bisa diatasi dengan pembedahan Lasik, tapi belum tentu semua orang bisa di-Lasik.  Ada syarat-syarat yang harus dipenuhi.

@ Syarat untuk pembedahan Lasik:

# Pasien berusia minimal 18 tahun
Anak-anak usia sekolah harus menunggu kalau ingin di-Lasik. Usia 18 tahun adalah umur minimal untuk memperbaiki penglihatan dengan metode ini.


Pada usia tersebut pertumbuhan tubuh manusia sudah stabil. Kornea pun tidak mengalami pertumbuhan lagi, hingga tidak ada resiko kelainan reflaksi berulang.  Jadi, jangan dipaksakan me-Lasik di usia terlalu muda.  



# Ukuran rentang batas minus, plus, atau silinder harus sesuai 
Faktor lain yang yang perlu diperhatikan sebelum pembedahan lasik adalah tingkat kelainan reflaksi (refractive error). Untuk rabun jauh (miopia) berukuran -1.00 D (Dioptre/satuan ukuran lensa) sampai -12.00 D. Bagi penderita silinder (astigmatisme) kurang dari 6.00 D.  Sedangkan bagi rabun dekat (hipermetropi) batasnya kurang dari 6.00 D.


Penderita rabun jauh dengan ukuran lensa kurang dari -1.00 tidak disarankan mengikuti proses Lasik. Mereka sebaiknya tetap menggunakan kaca mata atau lensa kontak. Sedangkan pemilik mata minus -12.00, jika di-Lasik maka rabun jauhnya tidak bisa sembuh total.


# Syarat-syarat lain untuk ikut pembedahan Lasik.
Khusus untuk pasien wanita, tidak boleh melakukan pembedahan pada saat hamil atau menyusui. Dikuatirkan proses Lasik akan mempengaruhi kesehatan janin maupun ibu yang bersangkutan.


Secara umum, pasien yang akan melakukan pembedahan Lasik juga tidak boleh ada kelainan penyakit mata lain. Hanya masalah reflaksi mata.


Pasien juga harus dalam keadaan sehat dan tidak memiliki penyakit sistemik, seperti diabetes melitus, gangguan ginjal kronik, anemia, hingga hipertensi.


Terakhir, untuk memastikan pasien dalam kondisi terbaik, maka dokter akan melakukan pemeriksaan melalui prosedur Pre Lasik.


@ Prosedur Pre Lasik

Prosedur pemeriksaan menuju pembedahan Lasik tidak lama, yaitu hanya dua hari.  Pada hari pertama, pasien berkonsultasi pada dokter untuk mengetahui kondisi bola mata. Jika dokter melihat kondisi memungkinkan untuk prosedur Lasik, maka esok harinya pasien bisa langsung ditangani.


Adapun pemeriksaan yang dilakukan dokter pada Pre Lasik adalah ukuran minus, plus, dan silinder secara tepat dan objektif. Kemudian tekanan bola mata pasien, pemetaan kornea, ketebalan kornea, pemeriksaan kadar air mata
Kondisi mata kita secara keseluruhan. Dilanjutkan dengan edukasi serta konsultasi oleh dokter.


Kalau semua oke, tak ada halangan untuk melanjutkan pada pembedahan Lasik

@ Larangan setelah lasik

Proses Lasik memang cepat. Mulai dari pemeriksaan awal hingga pembedahannya berlangsung kilat. Hanya saja, untuk proses pemulihannya butuh waktu dan kedisiplinan dari pasien.


Ada beberapa larangan yang harus dipatuhi selama masa pemulihan.  Waktu pemulihannya nggak lama dan relatif singkat, hanya dua minggu untuk manfaat penglihatan seumur hidup.


Setelah pembedahan, pasien dilarang mengucek-ucek mata meskipun ada yang yang terasa mengganjal di kornea. Untuk mencegah tindakan spontan dari pasien, rumah sakit akan menyediakan kacamata pelindung agar penderita selalu ingat jangan menyentuh dulu bola matanya.


Mereka juga dianjurkan untuk tidak melakukan aktivitas berat, seperti olah raga bela diri atau kegiatan ekstrem lainnya. Diharapkan agar pasien hanya melakukan aktivitas ringan, agar proses pemulihan bisa berlangsung sempurna


Pasien harus disiplin menjaga area sekitar mata selama lebih kurang dua minggu.  Mereka tidak boleh menggunakan sabun, shampo atau kosmetik selama rentang waktu tersebut. Area sekitar mata juga dihindari dari percikan air.


Ribet? Mungkin iya, tapi kan nggak lama. Bandingkan saja dengan manfaat yang diperoleh pasien. Tidak ada lagi kaca mata dan lensa kontak seumur hidup.


National Lasik Center (NLC)

Tertarik dengan Lasik? 

Lasik adalah jawaban bagi impian orang-orang yang mengalami gangguan mata, agar dapat melihat jelas kembali tanpa kontak lensa atau kacamata.


Sekarang sudah ada sarana yang tepat untuk melakukan pembedahan Lasik, yaitu National Lasik Center.  Berpusat di Surabaya, NLC memiliki sekitar 40 orang dokter spesialis mata yang menyebar di seluruh Indonesia sebagai penasehat lasik. 


Alasan Memilih NLC

Ada alasan penyokong sehingga konsumen datang ke suatu tempat. Kepercayaan pada sumber daya manusia dan dan fasilitas tersedia.


Jika ingin mengatasi gangguan mata, pasien membutuhkan dokter mata terpercaya dengan fasilitas dan pelayanan lengkap. Lantas, apa saja yang di tawarkan NLC pada pasien yang datang? 


Tersedia fasilitas lengkap untuk lasik, seperti Laser Vision Correction (SMILE, Femto Lasik, dan PRK). Mengenai pilihan metode yang tepat, sebaiknya dikonsultasikan dulu pada dokternya.


Di NLC pasien akan ditangani oleh dokter spesialis berpengalaman. Kondisi pasien diperiksa kelayakannya melakukan Lasik.  Konsultasi dengan dokter membuat mereka aman dan nyaman setelah dan pasca pembedahan.


Tempat prakteknya juga nyaman berwarna teduh, bahkan cocok untuk yang hobi posting foto-foto di sosmed.  Jadi, sambil menunggu penanganan dokter, pasien bisa mencari lokasi berfoto yang menarik.  Asalkan jangan kejauhan, sampai lupa mendengar panggilan dari perawat  yang bertugas.


Untuk informasi NLC silahkan klik link Instagram berikut.


Katarak 

Selain kelainan reflaksi, katarak adalah gangguan pada lensa bola mata yang sangat menganggug. Penyakit ini menyebabkan bola mata buram dan keruh, serta beresiko mengalami kebutaan. Katarak menyerupai noda yang menutup lensa, sehingga penglihatan penderita menjadi kabur.  


Secara global, menurut laporan dari World Report on Vision sekitar 2,2 miliar penduduk dunia.  mengalami masalah penglihatan dan/atau kebutaan.  Dari jumlah tersebut, sebenarnya sekitar 1 miliar penduduk masih bisa dicegah apabila cepat ditangani.


Di Indonesia, berdasarkan data dari Survey Kebutaan Rapid Assesment of Avoidable Blindness (RAAB) tahun 2014 -2016 Kemenkes, dari penduduk berusia 50 tahun ke atas tercatat angka kebutaan mencapai 3%.  Dari angka tersebut, sebanyak 81% disebabkan oleh katarak.

Sumber : Kemenkes RI


Menurut dr. Aldiana Halim, Perwakilan dari Perhimpunan Dokter Spesialis MataIndonesia (Perdami), penanganan penderita katarak efektif melalui operasi.  Peluang mereka dapat melihat kembali cukup besar.  Hasil pembedahan pun tidak menimbulkan komplikasi lain.


Penanganan katarak sekarang sudah tersedia di banyak pusat kesehatan, salah satunya adalah Klinik Matamu (KMU). Berlokasi di beberapa kota, yaituGresik, Lamongan, Madura, dan Sidoarjo, Klinik/Rumah Sakit mata ini menangani pemeriksaan mata, konsul dokter mata, hingga operasi katarak. Untuk mempermudah akses pasien memperoleh informasi, KMU menyediakan layanan konsultasi online dan offline.


Bagaimana Fasilitas dan  Klinik Mata KMU 

# Dokter Unggulan 

Klinik menyediakan dokter-dokter spesialis mata profesional dan berpengalaman dalam mengoperasi 43.000 pasien katarak dan 400 ribu kasus kesehatan mata.


# Menyediakan Perawatan Khusus

Kalau berbelanja ada istilah one stop shopping, maka di KMU ada One Stop Solution yang berfungsi sebagai "One Day Care".  Pasien yang menderita katarak dan gangguan mata lainnya tak perlu datang berulang kali.  Layanan klinik lengkap 1 atap tanpa rawat inap.


# Menggunakan Teknologi Canggih

KMU sudah menyedia fasilitas peralatan medis modern dengan teknologi terdepan.  Dengan fasilitas ini pasien memperoleh ketepatan diagnosa dan akurasi dokter menangani masalah kesehatan mata.


# Pusat Edukasi bagi tenaga Medis Kesehatan Mata

Sudah lebih dari 200 dokter mata dan ratusan tenaga medis lainnya mendapatkan pendidikan dan training di KMU. Materinya  berkaitan dengan masalah kesehatan mata dan pengaplikasian teknologi terbaru.


# Berpengalaman dan Terpercaya

Telah berdiri sejak 2010, para dokter yang bertugas di klinik mata KMU dipercaya sebagai pembicara atau narasumber pada berbagai seminar atau workshop terkait masalah kesehatan mata.


# Aktif berkegiatan sosial

Klinik mata KMU aktif mengulurkan bantuan pada masyarakat yang berkaitan dengan kesehatan mata. Aktivitas sosial klinik terutama ditujukan pada warga yang membutuhkan fasilitas kesehatan mata, seperti pembagian kacamata bagi siswa, operasi katarak gratis, hingga skrining gratis.


Jaringan Mata KMU

KMU sudah memiliki fasilitas mumpuni dan sumber daya manusia yang berpengalaman menangani pasien.  Pelayan untuk kesehatan masyarakat ini ini terbukti dari jejaring KMU yang telah melebar ke berbagai lokasi.


@ 5 KMU Eye Hospital dan Klinik

@ 14 Eyelink Hospital Partner

@Lebih 90 orang dokter spesialis mata

@ Lebih 900 edukasi dokter mata

@ Sudah membagikan lebih 1753 kacamata gratis

@ Telah menangani lebih dari 5984 operasi katarak gratis.


Layanan Klinik Mata yang Tersedia

Secara garis besar, ada dua penanganan masalah mata yang ditangani KMU, yaitu :

 

  • Reflaksi
Gangguan refraksi terjadi apabila cahaya yang masuk ke mata tidak fokus pada retina.  Cahaya tersebut jatuh di belakang retina (untuk rabun dekat), penyebar di sekitar retina (pada penderita silindris) atau bayangan jatuh di depan retina (bagi rabun jauh).

  • Katarak
Katarak adalah gangguan pada lensa bola mata tampak seperti berkabut.  Penglihatan penderita mulai buram dan kemampuannya mengenali objek mulai menurun.  Masalah mata ini muncul pada orang-orang yang berusia lanjut.


Jadi, untuk yang mengalami masalah refraksi dan katarak, bisa segera menghubungi KMU untuk penanganan lebih lanjut.  



Jika ingin berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis, KMU menerima konsultasi gratis secara online.  Berikut videonya.




Untuk memperoleh informasi lebih lengkap tentang KMU,  silahkan klik link Instagram ini.



Konsultasi Dokter Mata

Pencegahan lebih baik dari pengobatan juga berlaku untuk kesehatan mata.  Deteksi dini penting untuk mengetahui dengan tepat jika ada masalah yang mulai muncul pada mata.  Mencegah berarti peluang sembuh besar, daripada hanya mengharapkan pengobatan yang umumnya menghabiskan waktu dan tarif lebih maksimal. 


Sekarang konsultasi kesehatan mata tidak perlu repot-repot lagi pergi ke rumah sakit.  Kita sudah bisa bertanya dan berkonsultasi secara online.  Lumayan kan, bisa menghemat waktu dan biaya perjalanan.   Di manapun, sesibuk apapun kita tetap bisa memperoleh informasi tentang kesehatan mata langsung dari dokter spesialis.  


Konsultasi kesehatan mata ini dapat dilakukan dengan mengklik link dokter mata ini, dan pasien langsung terhubung melalui dua cara :


Chat WA (Whatapp)

Setelah terhubung ke websitenya, pilihlah konsultasi melalui WA. Selanjutnya klik chat box dan ikuti petunjuk.


Via Zoom - Eyetalk

Melalui metode konsultasi ini, pasien bisa berkonsultasi menggunakan aplikasi Zoom.  Di website, pasien hanya perlu rutin memantau jadwal Eyetalk dan langsung registrasi. Selanjutnya, link Zoom akan dikirim melalui email.


Kita bisa segera mengosongkan waktu untuk ikut konsultasi langsung bersama pakarnya.


Kesehatan Mata sebagai Investasi masa Depan

Walau berukuran mungil, mata memberikan manfaat maksimal untuk manusia. Dengan mata kita bisa berkarya, bersosialisasi, sekaligus melihat keindahan semesta.


Namun, dengan mata yang sama kita pun bisa menyaksikan berbagai kejadian pahit getir kehidupan. Melalui organ ini kita merekam berbagai gejolak peristiwa di sekitar.


Mata adalah aset seumur hidup untuk membantu kita melihat dan menilai setiap objek, serta warna warni kehidupan  Ayo, kita menjaganya dengan baik.


Pengobatan gangguan penglihatan, serta deteksi dini masalah mata adalah upaya kita untuk memelihara kesehatannya. Sekarang sudah ada layanan tepat untuk konsultasi ataupun penanganan masalah mata.. NLC dan KMU adalah sarana yang lengkap untuk pemeriksaan mata.  Jika ada keluhan atau ingin terlebih dahulu berkonsultasi, bisa segera menghubungi mereka. 


Mudah-mudahan dengan rutin dan konsisten menjaganya, mata kita tetap sehat hingga akhir hayat.




Sumber Referensi :

Komentar

  1. Saya mulai memakai kacamata di usia 13 tahun. Berawal dari kebiasaan buruk asyik membaca meski mata dalam keadaan lelah nyatanya menjadi pintu pertama yang mengantarkan saya menjadi penderita miopia dan astigmatisme. Kini setelah lebih dari 20 tahun berlalu, kacamata sudah jadi addict tersendiri bagi saya. Saya tak bisa lepas dari kacamata, apalagi dengan minus dan silinder yang terus bertambah.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mbak, nggak pakai kacamata seperti ada yang kurang. Benda ini seperti sudah menyatu pada diri kita.

      Hapus
  2. Lasik jadi solusi mungkin ya Mbak agar tidak tergantung dengan yang namanya kacamata. Memang memakai kacamata itu sungguh mengganggu, belum lagi kalau pakai masker, aduhaaaai berembun deh. Bung tabung dulu untuk melakukan tindakan lasik ini euy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mbak, kalau nggak terbiasa dengan kacamata, Lasik bisa jadi solusi tepat.

      Hapus
  3. Buat pemakai.kacamata pastinya mupeng bs lasik ya

    Tinggal tentukan aja klinik yy sesuai dan budget nya masuk apa ndak.

    Makasi infonya ya

    BalasHapus
  4. Mencegah lebih baik drpd mengobati
    Mata adlh jendela dunia
    Jadi sudah seharusny kita menjagany

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, Mbak, terutama untuk yang matanya masih sehat. Jangan abai menjaga kesehatannya.

      Hapus
  5. Impian yang masih tertunda. Ingin bisa Lasik agar mata kembali normal dan melihat tanpa bantuan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan suatu hari nanti tercapai ya, Mbak. Amin.

      Hapus
  6. Kesehatan mata sangat penting, karena mata adalah aset yang membuat kita bisa melihat dunia. Subhanallah harus bersyukur dengan nikmat melihat yang Allah beri.
    Oh ya mbaa, itu metode lasik sangat menjawab kebutuhan teman-teman yang memiliki masalah penglihatan tapi tidak mau memakai alat bantu seperti kacamata yaa mba, keren sekali. Semakin canggih saja dunia medis.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, ada berbagai cara untuk memperbaiki penglihatan sekarang. Sekarang pilihannya kembali pada kita.

      Hapus
  7. Kalau aku emang daridulu pengen lasik, karena minus dari tahun ke tahun makin nambaah aja huhu sedihh gamau makin tebell aja kacamatanyaa :((
    Semoga ada rezeki buat lasik hihi

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga terealisasi impiannya suatu hari nanti, Mbak.

      Hapus
  8. National Lasik Center bisa jadi solusi untuk pengguna kacamata bisa bebas melihat dunia tanpa kacamata ya mba

    BalasHapus
  9. membaca ini menjadi mengingatkan saya untuk terus menjaga mata, mengingat saya setahunan ini selalu bekerja dengan laptop, harus dijaga banget matanya agar tetap sehat, dan wajib check up sepertinya ya agar mata kita tetap aman dan pastinya juga wajib mencari klinik yang snagat aman dan terpercaya. bisa jadi rekomendasi saya mba untuk konsultasi agar mata saya tetap sehat, aamiin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, sekarang saya pun rutin bekerja pakai laptop atau hape. Duh, mata rasanya agak perih. Dulu pernah ke dolter mata dan ada saran penting. Kata dokternya, istirahatkan mata dari gadget setiap 20 menit.

      Hapus
  10. solusi banget ya ini, National lasik centre dan pake kacamata ndak takut diledek lagi 😇

    BalasHapus
  11. Kesehatan mata itu penting untuk dijaga
    Dari mana kita bisa menjalani kehidupan kita ya mbak

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mbak, agar kita pun bisa terus nge-blog :D

      Hapus
  12. someday ingin coba lasik, tetapi biayanya lumayan juga ya, nabung dulu untuk bisa lasik, ga ingin semakin tebal kaca matanya, capek juga pakai yang tebal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mudah-mudahan tercapai suatu hari nanti ya, Mbak.

      Hapus
  13. Jadi ingat Kakakku yang sudah pake kacamata dari SMA.

    BalasHapus
  14. Setuju sekali kak, kesehatan Mata memang sangat Penting bagi semua orang ya kak, Maka dari itu harus selalu Kita jaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Kak, apalagi kita yang sering pakai gadget untuk ngeblog. Tetaplah jaga mata supaya sehat.

      Hapus
  15. Jadi solusi banget ya..dengan lasik maka kondisi mata yang kurang baik bisa terbantu untuk tanpa kacamata. Bener sih, aku juga risih banget pertama kali pakai kacamata. Sedih.. Kalo anak sekarang, bilangnya dibully.. Tapi memang kalo dicuekin aja, lama-lama ilang sendiri sih..

    BalasHapus
  16. Metode lasik sangat membantu mereka yang minusnya sudah sangat tinggi ya mba

    BalasHapus
    Balasan
    1. Di atas minus 1, Mbak. Minus belum terlalu tinggi pun bisa di-Lasik.

      Hapus
  17. Ternyata pakai kacamata di usia 12 tahun cukup mengganggu ya Moms. Tapi daripada ga pakai bakal lbh parah lagi. Jenis kelainan mata juga ada banyak. Beberapa hrs dioperasi, pakai kacamata dan ada yang bisa dilasik juga. Aku pgn lasik tapi masih takut euy

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya pun masih betah berkaca mata ria, Mbak. Udah jadi kebiasaan.

      Hapus
  18. Jaman sekarang harus memprioritaskan kesehatan krena mahal harganya dan emang harus punya sik

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Konservasi Hutan untuk Ekonomi Hijau bersama APRIL Group

Gerakan ekonomi hijau atau Green Ekonomy mulai disosialisaikan oleh United Nation Environment Program (UNEP) pada tahun 2008. Konsep ini menitikberatkan pada kegiatan ekonomi untuk kemajuan negara, dengan memperoleh keuntungan bersama antara produsen dan konsumen, tanpa merusak lingkungan. Salah satu lingkungan yang dipantau adalah hutan. Sebagai salah satu pabrik pulp dan kertas terbesar di dunia,  pengalaman APRIL Group , melalui anak perusahaannya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Riau, Indonesia, dapat menjadi referensi untuk pelestarian lingkungan. Perusahaan tetap konsisten mengelola pabrik, tanpa mengabaikan alam, bahkan  melalui program APRIL2030 , ikut meningkatkan  kesejahtearaan masyarakat  dan turut mengurangi emisi karbon . Yuk, kita simak aktivitas ekonomi hijau bersama perusahaan ini. Ekonomi Hijau untuk Menjaga Keanekaragaman Hayati  Sumber : Pixabay  Konservasi Hutan untuk Mencegah Deforestasi Setiap tahun, perusahaan mampu memproduksi 2,8 jut

Melukis Kain bersama Sulaman Kristik

Menyulam merupakan salah satu aktivitas menarik bagi sebagian wanita.   Hanya dengan duduk manis di rumah, kaum hawa bisa menghasilkan kerajinan tangan unik.   Hasil karya ini bisa difungsikan sebagai taplak meja, sarung bantal, tempat tisu, hingga hiasan dinding.  Jadi, s elain untuk menyalurkan hobi, menyulam bisa menjadi kesempatan menambah pundi-pundi.   Ada beragam jenis sulaman, salah satunya kristik atau sulam tusuk silang.  Berbeda dengan sulaman lain yang umumnya tusuk hias dengan garis lurus atau melengkung, kristik merupakan untaian silang seperti huruf X.   Motifnya pun beragam, bukan hanya bunga seperti pada sulaman lain. Untuk kristik, kita bisa menyulam motif rumah, pohon, orang, hewan, bahkan pemandangan alam. Jika kumpulan tusuk silang tersebut dipadupadankan, maka akan muncul kotak-kotak yang membentuk ilustrasi di atas kain, seperti contoh di bawah ini.   Walaupun berbentuk kotak-kotak, jangan berpikir kalau karya ini akan terlihat membosankan. Jika motif kreat