Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dengan label Lomba Blog

BRI dan Digitalisasi Pasar Tradisional

Ada yang menarik ketika belanja ke pasar tradisional, apalagi kalau sudah sering berseliweran di sana. Saat melintas, beberapa pedagang akan menyapa akrab. Mereka bahkan ingat daftar belanjaan kita.  "Nggak singgah dulu? Biasanya memborong tomat." "Ikannya cuma satu jenis saja? Apa cukup? Hari ini, kok sedikit belanjanya?" "Hai, jangan lewat saja. Ayo,  beli sayurku. Ini ada sawi, kangkung, jipang, ambillah." Sapaan demikian nyaris mustahil terdengar kalau berbelanja ke supermarket. Di sana para pramuniaga hanya menyapa ketika pembeli perlu bantuan atau bertransaksi. Walaupun konsumen melintas bolak-balik, mereka tetap adem ayem dengan aktivitasnya masing-masing. Berbeda situasi pasar tradisional. Nuansa keakraban masih kental di tempat ini. Obrolan tentang peristiwa sehari-hari lazim dibahas antara penjual dan pembeli. Pembicaraan tidak hanya seputar transaksi bisnis menyangkut untung rugi.  Jadi, bagi yang hobi menambah jejaring pertemanan, wara-wiri di

Bersama Royal Golden Eagle (RGE), Lestarikan Lingkungan

Tahun lalu, pagelaran busana di daerah Dukuh Atas, Jakarta Pusat, menjadi fenomena  menarik perhatian. Acara tersebut menampilkan remaja berusia tanggung dengan ragam lagak yang mampu mengundang tawa.   Foto dan video mereka ramai beredar di medsos. Aksi gaya para abege membuktikan kalau kreativitas tidaselalu melalui fasilitas mewah.  Sarana publik pun bisa menjadi panggung menunjukkan jati diri.   Meski memperoleh sorotan positif, tetap muncul kekhawatiran dari fenomena ini terutama terkait masalah sampah dan kebersihan lingkungan.  Dikutip dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Jakarta, selama pagelaran busana berlangsung ada sekitar 1,5 ton sampah menumpuk perhari.  Sisa pembuangan tersebut terdiri dari plastik dan kertas yang berserakan menumpuk di jalanan.   Sampah pakaian dan kertas yang menumpuk  Itu baru problem sampah plastik dan kertas.  Belum lagi masalah busana yang dikenakan remaja-remaja tersebut. Ada beberapa jenis bahan busana yang kurang ramah lingkungan, seperti katun yan