Langsung ke konten utama

Konservasi Hutan untuk Ekonomi Hijau bersama APRIL Group




APRIL Group, APRIL2030, Sustainability

Gerakan ekonomi hijau atau Green Ekonomy mulai disosialisaikan oleh United Nation Environment Program (UNEP) pada tahun 2008. Konsep ini menitikberatkan pada kegiatan ekonomi untuk kemajuan negara, dengan memperoleh keuntungan bersama antara produsen dan konsumen, tanpa merusak lingkungan. Salah satu lingkungan yang dipantau adalah hutan.


Sebagai salah satu pabrik pulp dan kertas terbesar di dunia,  pengalaman APRIL Group, melalui anak perusahaannya PT Riau Andalan Pulp and Paper (RAPP) di Pangkalan Kerinci, Riau, Indonesia, dapat menjadi referensi untuk pelestarian lingkungan. Perusahaan tetap konsisten mengelola pabrik, tanpa mengabaikan alam, bahkan melalui program APRIL2030, ikut meningkatkan kesejahtearaan masyarakat  dan turut mengurangi emisi karbon .


Yuk, kita simak aktivitas ekonomi hijau bersama perusahaan ini.



Ekonomi Hijau untuk Menjaga Keanekaragaman Hayati 

Sumber : Pixabay 


Konservasi Hutan untuk Mencegah Deforestasi

Setiap tahun, perusahaan mampu memproduksi 2,8 juta ton pulp dan 1,15 juta ton kertas. Bahan utama dari dari kertas dan pulp adalah kayu hutan, dengan demikian, penebangan pohon bisa menyebabkan deforestasi. 


Namun, melalui Sustainable Forest Management Policy (SFMP) atau Kebijaksaanaan Pengelolaan Hutan Berkelanjutan, perusahaan aktif menjaga kelangsungan pembibitan pohon, supaya pelestarian  berkesinambungan pada masa yang akan datang.


Melalui SFMP, perusahaan telah membuat perencanaan pada konservasi dan proteksi hutan. Dari 1 juta hektar tanah yang dikelola, sekitar 480.000 hektar digunakan untuk perkebunan kayu yang akan diambil sebagai bahan baku produksi. Sisanya sekitar 51% dimanfaatkan sebagai lahan infrastruktur dan konservasi, termasuk untuk warga.



Setelah memanen bahan baku pabrik, perkebunan tetap dirawat agar berkesinambungan menghasilkan pohon-pohon baru di masa depan. Setiap tahun, sekitar 200 juta bibit ditanam sebagai pengganti yang telah ditebang.


Pembibitan Pohon

Sumber : www.aprilasia.com 




Jadi, meskipun perusahaan aktif berproduktivitas mengelola pulp dan kertas untuk memenuhi permintaan konsumen, pembibitan tidak diabaikan guna mencegah deforestasi bagi generasi berikutnya.


APRIL2030 dan Sustainability untuk Lingkungan Hidup yang Lebih Baik

Program ini adalah misi dan visi perusahaan untuk lingkungan dan masyarakat lebih baik di tahun 2030. Kegiatan tersebut adalah bentuk dukungan terhadap konsep Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang digencarkan oleh pemerintah.


Adapun program yang dilaksanakan adalah :


Iklim Positive (Climate Positive)

Pada tahun 2030, perusahaan telah mencapai target emisi karbon bersih dari penggunaan lahan perkebunan. Dengan tenaga ahli yang  berpengalaman serta berbasis ilmu pengetahuan, intensitas emisi karbon produk mampu dikurangi hingga 25%.


Sebesar 90% dari energi perusahaan beralih ke sumber yang lebih baru dan bersih. Kebutuhan pada kegiatan operasional sekitar 50%, juga ikut menggunakan energi efisien dan ramah lingkungan untuk iklim yang lebih baik.


Lanskap yang Berkembang (Thriving Landscape)

Walaupun produktivitas perkebunan ditargetkan naik 50%,  keanekaragaman hayati tetap dijamin selalu dilindungi, termasuk ikut menjaga lahan gambut.


Perusahaan menetapkan tidak akan ada lahan konservasi dan restorasi yang hilang. Agar berkesinambungan, untuk pemeliharaan sumber daya alam telah tersedia dana dari produktivitas serat pohon industri.


Kemajuan Inklusif (Inclusive Progress)

Perusahaan ikut ambil bagian dalam menjaga kesejahteraan masyarakat pedesaan yang tinggal dalam radius 50 km dari daerah operasional.  Program ini difokuskan pada kesehatan, pendidikan, serta kesetaraan gender.


Pada bidang kesehatan diupayakan untuk menyediakan fasilitas medis untuk masyarakat serta mencegah stunting pada balita hingga 50%.  Untuk pendidikan, disediakan sekolah berkualitas bagi anak-anak.  Sedangkan kesetaraan gender adalah mendidik wanita agar mampu mandiri, terutama secara ekonomi.


Pertumbuhan Berkelanjutan (Sustainable Growth)

Pada bidang ini, perusahaan menitikberatkan pada pengelolaan limbah yang sering merusak lingkungan dan dikeluhkan oleh warga sekitar.


Pelaksanaannya difokuskan pada efisiensi pemulihan bahan-bahan kimia hingga 98%, serta pengurangan pemakaian air yang lebih sedikit sekitar 25% perton produksi.


Pengolahan limbah ditangani dengan lebih baik, yaitu mengurangi pemindahan sebanyak 80% ke tempat pembuangan akhir. Limbah tersebut kemudian dialihkan sekitar 20% untuk dimanfaatkan pada serat selulosa dalam memproduksi viskosa.


Serat selulosa adalah limbah serat kayu yang sudah tidak dipergunakan lagi, tapi dapat diolah untuk produksi viskosa, yang sering dijadikan sebagai pengganti kain sutera.


Ekonomi Hijau untuk Indonesia yang Lebih Baik

Sebagai perusahaan pulp dan kertas terbesar di dunia, APRIL Group tidak mengabaikan keasrian, kebersihan, serta keanekaragaman hayati dalam menjalankan kegiatan operasionalnya.


Perusahaan melalui program APRIL2030, ikut berpartisipasi  menciptakan iklim global yang lebih baik, mengelola limbah, serta mengurangi kemiskinan ekstrem pada masyarakat sekitar lokasi operasional.


Dengan demikian, konsep ekonomi hijau untuk produktivitas maksimal, kebersihan lingkungan, serta kesejahteraan warga, dapat terwujud untuk kemakmuran bersama.



Referensi :

i.  www.aprilasia.com

2, www.april2030.aprilasia.com


Gambar dari Pixabay  dan diedit oleh Canva

Komentar

  1. Masyaa Allah, banyak langkah yang diambil April Group untuk menjaga lingkungan. Semoga langkah-langkah tersebut dilaksanakan secara efektif, sehingga manfaatnya dirasakan oleh masyakarat sekitar dan yang lebih luas, serta tidak berdampak negatif terhadap lingkungan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mba, supaya hutan dan lingkungan kita tetap terjaga kelestariannya

      Hapus
  2. Ternyata banyak banget hal2 baik yg bisa dilakukan utk kemaslahatan bersama ya.

    Keren sangat April Grup iniii

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mereka sudah punya visi dan misi untuk masa depan, Mba.

      Hapus
  3. Tidak banyak perusahaan yang peduli akan konservasi hutan untuk ekonomi hijau, yang tetap konsisten mengelola pabrik, tanpa mengabaikan alam. Salut untuk APRIL dengan semua programnya termasuk program APRIL2030, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan turut mengurangi emisi karbon .

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mereka sudah buat perencanaan untuk lingkungan di masa depan.

      Hapus
  4. Coba kalau semua pabrik kertas melakukan hal yang sama ya. Hutan gundul bisa dikurangi, mereka juga bisa terus berproduksi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mba, kalau menebang untuk industri, tanam lagi untuk masa depan.

      Hapus
  5. Saya sangat teredukasi sekali dengan program April Grup ini dengan #April2030 mereka sangat brilian mensejahterakan masyarakat hingga 50 km dari pusat produksi mereka. Masya Allah

    BalasHapus
  6. Wah mantab april group, pengelolaan limbahnya bagusss, 20 % limbah jd serat selosa kmudian diolaj u/ produksi viskosa....toppppp

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mba, diolah lagi supaya tidak mencemari lingkungan.

      Hapus
  7. Programnya menarik dan benar-benar concern pada lingkungan. Senang mendengar perusahaan yang peduli sama kelestarian lingkungan untuk kehidupan yang berkelanjutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga semua perusahaan mengikuti jejak mereka ya, Mba.

      Hapus
  8. jadi ingat waktu aku kuliah dulu RAPP ini sempat mengadakan perekrutan buat para mahasiswa di kampus. ada beberapa teman yang berhasil keterima di sana tapi ada juga yang akhirnya resign karena mungkin lokasi kerjanya yang di luar pulau

    BalasHapus
  9. Iya, tergantung individunya juga kali ya, Mba.

    BalasHapus
  10. Hebat banget April Grup, sangat peduli akan lingkungan ya. Jarang banget ada perusahaan yang sepeduli ini. Salut banget. Kita juga harus mencontoh ya, dari hal kecil aja dulu biar lingkungan tetep terjaga

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, Mba, April Group fokus dulu pada hal di sekitar komunitas, seperti konservasi hutan. Upaya mereka bisa kita tiru juga dengan ikut andil dalam menjaga kebersihan lingkungan, misalnya dengan menjaga kebersihan sekitar rumah kita.

      Hapus
  11. Sangat kagum dengan APRIL GROUP Ini
    Ikut serta mendorong ekonomi hijau
    Yang nggak hanya memajukan kemandirian ekonomi, tapi juga ramah lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mendengar ekonomi hijau, udah kebayang pohon-pohonnya.

      Hapus
  12. April Group juga turut memberikan dorongan dan langkah nyata bagi kelestarian lingkungan. Harapannya banyak usaha juga bisa menerapkan Sustainable Growth sehingga kita semua bisa hidup seimbang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yap, lingkungan lestari untuk anak cucu kita kelak.

      Hapus
  13. Alhamdulillah makin banyak perusahaan yang sadar akan pentingnya green economy demi kelanjutan hidup bersama

    BalasHapus
    Balasan
    1. Benar, nggak cuma menggunakan sumber daya alam, tapi peduli dengan kelangsungan hutan di masa yang akan datang.

      Hapus
  14. Konservasi hutan memang penting banget ya. Apalagi kalau kita sudah mengambil atau menggunakan memproduksi dari hutan. Seperti tanggung jawab moral mengembalikan lagi ke alam, yang ujungnya buat manusia juga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, kalau nggak ada konservasi dari sekarang, sedih membayangkan nasib hutan kita di masa yang akan datang.

      Hapus
  15. Saya sedih sebenarnya saat tahu keadaan hutan Kita sekarang kena kebakaran hutan, penebangan liar dan lainnya. Konservasi hutan emang penting ya. Bagus juga nih April Grup udah berkontribusi menjaga kelestarian hutan.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Walaupun ada oknum yang meneksploitasi hutan kita tanpa batas, senang dapat info kalau April Group berinisiatif dan berupaya menjaga hutan kita.

      Hapus
  16. wah mantap nih april group. Tidak byk perusahaan saat ini yg peduli akan lingkungan

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semoga upaya mereka bisa jadi contoh dan ditiru perusahaan lain, ya, Mbak.

      Hapus
  17. Baru tau ada April Group dan perannya sebanyak ini buat menjaga alam Indonesia ya

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sekali dengar salut ya, Mbak, dengan upaya mereka menjaga kelestarian hutan.

      Hapus
  18. Pertumbuhan berkelanjutan dan konservasi ini sangat penting.
    Jangan sampai mengeksploitasi alam. Cukup ambil sesuai kebutuhan. Alhamdulillah ada program stunting juga buat warga sekitar

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, Mbak, supaya anak-anak dari segala strata sosial tetap sehat dan jadi generasi penerus tangguh.

      Hapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Prioritaskan Kesehatan Mata Sebagai Investasi Seumur Hidup

Kaca mata identik dengan orang tua dan kakek nenek lansia. Penglihatan yang mulai mengabur karena faktor usia ataupun penyakit, membuat para warga senior banyak yang bermata empat. Namun, apa jadinya kalau anak-anak sudah menggunakan kaca mata? Berkaca mata sejak usia 12 tahun, saya paham bagaimana risihnya dulu pertama kali memakai benda bening berbingkai ini. Saat masuk ke kelas, ada beragam tatapan dari teman-teman, mulai dari yang bingung, merasa kasihan, sampai yang meledek.  "Ih, seperti Betet!" Begitu gurauan seorang anak diiringi senyum geli. Hah, Betet? Sejak kapan ada burung Betet yang memakai kaca mata.  Cerita beginian cuma ada di kisah dongeng. Terlalu berlebihan. Candaannya diabaikan saja Waktu itu,  bukan perkara mudah menjadi penderita rabun jauh atau miopia. Apalagi di sekolah saya tidak banyak anak yang memakai kaca mata. Kalau kita beda sendiri, jadi kelihatan aneh.  Padahal, siapa juga yang mau terkena rabun jauh? Walaupun risih, keluhan mata tidak boleh

Ketika Konten Blog Menggeser Sistem Marketing Jadul

Dahulu kala ketika internet belum semasif sekarang, rumah sering didatangi Mbak-mbak atau Mas-mas  berpenampilan menarik. Dengan senyum menawan, mereka mengulurkan tangan menawarkan produk dari perusahaannya. "Maaf, mengganggu sebentar. Mari lihat dulu sampel produk kami dari perusahaan XYZ." Begitu mereka biasanya memperkenalkan diri. Mayoritas pemilik rumah langsung menggeleng sambil meneruskan aktivitasnya. Sebagian lagi acuh sembari mengalihkan perhatian. Ada juga yang masuk ke rumah dan menutup pintu. Respon para salesman tersebut pun beragam. Beberapa orang dengan sopan berlalu dari rumah, tapi ada pula yang gigih terus mendesak calon konsumen.  Walaupun upayanya nihil karena tetap dicuekin. Saat dulu masih kanak-kanak, saya pernah bertanya pada orang tua. Kenapa tidak membeli produk dari mereka? Kasihan sudah berjalan jauh, terpapar sengatan sinar matahari pula. Mereka pun sering diacuhkan orang, bahkan untuk salesgirl beresiko digodain pria iseng. Jawaban orang tua