Langsung ke konten utama

Unggulan

Dicari, Pemain Bola Berkarakter Kuat dan Tangguh bersama Inner Strength BISKUAT ACADEMY 2022

Pemukiman padat identik dengan anak-anak bermain pada sore hari cerah.  Pekik riang mereka tak bisa diredam oleh situasi yang tak stabil.  Harga-harga barang boleh melonjak, resesi mengancam, politik bisa bergejolak.  Namun tiada yang bisa menghentikan tawa riang mereka.   Mungkin hanya pandemi kemarin yang sempat membuat suasana senyap sementara.  Setelah virus mulai mereda, kegembiraan mereka kembali menyeruak di antara tembok-tembok perumahan. Pemukiman menjadi sunyi jika tak ada bocah seliweran. Permainan yang paling sering dilakoni anak-anak, terutama pria, adalah sepak bola. Entah itu di gang sempit atau perumahan dengan lapangan luas, si bundar selalu mampu menerobos lingkungan warga. Melalui tendangan kaki atau sundulan bola, para bocah itu menunjukkan kreativitasnya mengiring bola hingga sulit direbut lawan. Sepak bola sudah menjadi olahraga favorit di tanah air. Setiap pertandingan kejuaraan mulai dari kelas lokal hingga global, dipenuhi penggemar fanatik. Klub-klubnya berteb

Menjaga Kesehatan Mata Bersama ASUS OLED

 




Uang sudah kutransfer, ya, tinggal nunggu barangnya sampai.


Pagi itu saya tersenyum membaca chat dua teman di grup alumni kampus.  Mereka asyik membahas tentang obat herbal unuk meredakan mata yang perih, seakan hanya berdua saja anggota di grup itu.


Wapri-lah, masa ngobrol panjang lebar di grup. Saya coba usulkan sama mereka


Si teman menjawab, biar saja supaya dibaca teman lain.  Siapa tahu ada yang perlu.


Benar juga, saya pikir.  Ceritanya, teman saya ini adalah guru di salah satu lembaga pendidikan.  Sudah beberapa hari  dia curhat di grup, karena matanya mulai perih akibat keseringan mengajar daring.  Dia tanya, apa ada yang tahu obat pereda mata perih.  Kemudian datanglah jawaban dan mulailah tawar-menawar harga dengan teman sesama grup.


Teman saya ternyata tidak sendiri.  Dikutip dari www.detikhealth.com, sejak pandemi merebak, keluhan gangguan mata mulai meningkat terutama dari kalangan anak sekolah.  Hampir setiap hari melihat gadget dalam waktu lama, menyebabkan Computer Vision Syndrome, yaitu mata kering hingga sakit kepala.


Obat-obatan diperlukan untuk menyembuhkan mata perih, namun penting juga memilih gadget yang cocok untuk menjaga kesehatan mata dalam jangka panjang.  Apalagi masalahnya sekarang bukan hanya mata kering hingga sakit kepala, tapi juga radiasi sinar biru yang merusak kesehatan mata.


Mata Minus Sejak Kanak-Kanak

Sebenarnya gangguan mata bukan saja terjadi saat pandemi merebak, yaitu karena terlalu lama menggunakan laptopSejak di bangku SD saya sudah memakai kaca mata minus, akibat sering membaca dengan pencahayaan minim.


Waktu itu, orang tua sudah melarang membaca atau menulis di tempat gelap, termasuk membaca sambil rebahan berjarak dekat dengan buku.  Tapi, namanya anak-anak yang jika sudah nyaman ketemu hobi, nasehat diabaikan begitu saja. Kalau ada komik bagus, semua anjuran orang tua langsung menguap.  Mau lampu terang benderang atau remang-remang, yang penting selesaikan dulu bukunya.




Hingga suatu hari ada pemeriksaan mata di sekolah dan ketahuanlah kalau mata saya sudah minus.  Rasanya pingin nolak pakai kacamata, tapi nggak berani membantah orang tua.  Bisa semakin kena marah karena selama ini sudah mengabaikan nasehat mereka.  Mungkin inilah namanya hukum sebab akibat.

Hari pertama pakai kacamata rasanya aneh, karena ada benda asing yang nyangkut di atas hidung.  Belum lagi kalau gagangnya sering turun dan bolak-balik dinaikkan. Ribet.  Tapi, mau gimana lagi.  

Sejak saat itu, saya mulai rajin menjaga kesehatan mata.  Walaupun sudah terlambat karena sudah terlanjur berkaca mata, tak ada salahnya kan kalau dimulai lagi.  Sampai sekarang jika mau membaca, dicari dulu tempat yang terang, termasuk kalau mau menggunakan laptop atau ponsel. Cahaya yang remang-remang kurang bersahabat dengan mata.  

Sejak dulu, ada beberapa cara ampuh yang digunakan dan dianggap mampu menjaga kesehatan mata.  Infografid berikut adalah uraiannya. Cara-cara di bawah ini bisa juga kita praktekkan dalam rutinitas membaca dan menulis.




Sekarang pandemi sedang merebak, kemudian muncul penyebab kerusakan mata  lain, yaitu radiasi sinar biru yang berasal dari gadget.  Bahaya ini mulai mengintip dalam rutinitas kita sehari-hari.  Yuk, kita cegah radiasi sinar biru yang berlebihan demi kesehatan mata di masa mendatang


Pandemi Merebak, Laptop jadi Kebutuhan

Sejak Covid19 masuk ke Indonesia, masyarakat dianjurkan lebih banyak tinggal dan beraktivitas dari rumah.  Semua kegiatan mulai dari belajar, kerja, hiburan, silaturahmi hingga seminar dilakukan secara daring. Trend Work From Home (WHF) dan Hybrid Work  semakin populer. Gadget dan jaringan internet sudah jadi kebutuhan.  


Penjuakan laptop di Indonesia mengalami peningkatan selama pandemi. Menurut dinformasi dari International Data Center (IDC) sampai kuartal II  pada tahun 2020, penjualan laptop meningkat sebesar 18.6% dari tahun 2019.  


Sebenarnya ini berita bagus, karena semakin luas pengguna teknologi digital.  Banyak peluang di dunia digital, seperti content creator hingga jualan online. Kalau rajin, konsisten, dan gigih, siapa tahu nanti bisa jadi pundi-pundi.  Lumayan, kan, nggak perlu repot cari tambahan.



Sumber: International Data Center (IDC), 
dikutip dari www.kontan.co.id


Hanya saja, biasanya muncul hukum sebab musabab. Semakin banyak yang menggunakan laptop, semakin besar resiko radiasi sinar biru.  Dalam jangka panjang, situasi ini akan berimbas pada kesehatan mata.


Radiasi Sinar Biru Penyebab Gangguan Pada Mata

Kalau dulu membaca dalam gelap bisa membuat masalah pada mata, maka sekarang sinar biru yang dipancarkan oleh laptop ketika bekerja di rumah, dapat menyebabkan gangguan jangka panjang untuk retina.


Sinar biru diciptakan bukan tanpa manfat.  Fungsi awal diciptakannya adalah agar kita fokus melihat serta bekerja pada gadget. Sinar biru  menerangi layar gadget, hingga kita mampu melihat gambar ataupun membaca tulisan dengan jelas.  Gadget yang menggunakan sinar biru, antara lain televisi, ponsel, laptop, tablet, PC, dan sejenisnya.


Sinar biru mempermudah kita menyelesaikan tugas di gadget.  Namun, ada resiko yang bisa terjadi kalau terlalu lama berada di depan layar gadget.  Sinar biru akan mengurangi hormon perangsang tidur alias melatonin.  Jika hormon melatonin berkurang, maka kita sulit tidur.  Walaupun secara fisik kita sudah lelah, tapi tak bisa terlelap.  


Pernah mengalami badan sudah lelah berada di depan laptop berjam-jam, tapi mata tetap melek saat berbaring?  Bahkan ketika malam sudah larut, mata tetap tak bisa diajak kompromi untuk terkatup. Akibatnya jadi kurang tidur dan tubuh kelelahan ketika bangun pagi.  Aktivitas jadi kurang maksimal karena fisik masih ingin istirahat.


Sumber : Istockphoto


Selain berpengaruh pada daya tahan fisik, dampak sinar biru dalam jangka panjang adalah merusak retina mata.  Kerusakan ini bisa mengakibatkan gangguan penglihatan. Penyebabnya karena radiasi sinar biru dapat membentuk reaksi partikel oksigen yang berbahaya dan menghambat proses fotokimia pada retina. Proses fotokimia ini akan merusak se-sel di retina, hingga akhirnya menyebabkan gangguan penglihatan.


Secara alami, mata manusia sudah memiliki "filter" khusus yang berfungsi untuk menyaring berbagai spektrum berbahaya seperti sinar ultra-violet (UV), atau lebih dikenal dengan radiasi elektromagnetik yang berasal dari matahari.  


Namun ada kabar buruk dan kabar baik. Kabar buruknya yaitu mata manusia tetap punya batas kemampuan dan tidak semua bisa disaring.  Salah satu radiasi berbahaya dan tidak bisa disaring mata adalah radiasi layar biru dari gadget.


Kabar baiknya adalah tidak semua spektrum sinar biru memiliki efek rusak seragam. Maka ada solusi yang ditawarkan agar gadget, terutama laptop, aman digunakan untuk waktu yang lama. Caranya adalah dengan membuat mata menerima spektrum sinar biru dalam rentang yang aman, sehingga kesehatan mata dalam jangka waktu lama dapat terjaga. 


ASUS OLED adalah laptop yang dirancang untuk menyaring paparan radiasi sinar biru.  Laptop ini punya kriteria yang dibutuhkan orang-orang yang bekerja lama di depan layar Laptop.  Agar lebih jelas, boleh lebih dulu membuka channel Youtube,  kemudian silahkan menyimak video "Bukan Lagu Laptop Biasa" yang dibawakan oleh Fiersa Besari.






ASUS OLED dan Solusi Mengurangi Tingkat Paparan Radiasi Cahaya Biru

ASUS OLED paham pada kebutuhan konsumen.  Dengan fitur Eye Care yang mengurangi tingkat paparan radiasi cahaya biru hingga 70%,  konsumen nyaman bekerja lama di depan layar laptop. Karena berdasarkan data yang dihimpun dari survey Detik Network bersama ASUS, fitur Eye Care di ASUS OLED dapat membantu menjaga kesehatan mata 68,10% masyarakat Indonesia yang bekerja menggunakan laptop selama 10 jam.


Tren layar OLED di laptop sudah mulai diramaikan oleh berbagai brand, atau produk dari brand lain sudah mulai banyak yang beredar dengan layar OLED.  Namun, jangan tergesa menjatuhkan pilihan pada merek lain.

ASUS OLED memiliki kualitas yang berbeda dengan laptop merek lain.  Ada beberapa faktor penting yang dimiliki ASUS OLED, yaitu :


  1. Mengatasi paparan radiasi sinar biru di layar laptop sebenarnya bisa dengan cara mengurangi tingkat reproduksi layar biru. Namun mengurangi justru membuat warna jadi buram dan ketajaman visual ikut tumpul.  Fitur Eye Care di ASUS tetap mempertahankan kualitas reproduksi dan akurasi warna, hanya saja mengurangi radiasi sinar biru.  Pencapaian ini telah diakui dengan sertifikasi Low Blue Light dan Flicker Free dari TUV Reinland.
  2. Diperoleh data dari riset kualitatif hasil kerjasama dengan ASUS, kalau 9 dari 10 content creator dan pakar di Indonesia mengatakan kalau mereka nyaman selama bekerja menggunakan ASUS OLED. Fitur Eye Care dari ASUS OLED adalah jawaban dari kebutuhan pada kesehatan mata mereka.
  3. Bagi para prpfesional yang membutuhkan tingkat reproduksi warna yang tinggi serta akurat, ASUS OLED adalah pilihan tepat. Layar ASUS OLED sudah memenuhi standar industri perfilman saat ini, yaitu 100% DCI-P3. Kalibrasi warna yang tinggi telah dibuktikan dengan memperoleh sertifikasi PANTONE Validated Display, karena mampu menampilkan warna yang kaya dan akurat.
  4. Konsumen juga dapat menikmati beraneka ragam konten multimedia yang disajikan dengan format HDR yang sempurna.  Hal ini dibuktikan dengan sertifikasi Display HDR 500 True Black dari VESA.
  5. Konsumen dijamin puas menonton film action dengan layar ASUS OLED, karena tiap adegan disajikan dengan detail.  Potongan demi potongan film diuraikan secara jelas dan akurat.  Demikian juga untuk teks berjalan, ASUS OLED mampu menampilkannya dengan sangat baik tanpa efek blur.
  6. Laptop modern ASUS OLED sudah diperkuat oleh prosesor Intel Core generasi ke-11 terbaru (Tiger Lake) yang menghadirkan perfoma dan responsivitas dalam platform berdaya rendah yang dibuat berdasarkan teknologi proses 10nm generasi ketiga.


Perkenalan Pertama dengan ASUS

Sebelum pandemi, laptop sudah sering digunakan sehari-hari, yaitu untuk berselancar di dunia maya, mengetik, hingga menonton film biasa bisa dilakukan dengan laptop.

Saya sendiri pertama kali membeli laptop adalah tahun 2008, yaitu  ASUS Eee PC (Easy to Learn, Easy to Work, Easy to Play), yang masih memakai program Linux dengan layar 7". Beratnya lebih kurang 1 kg dan mudah dibawa kemana-mana.  



Waktu itu banyak yang bertanya, kenapa beli laptop yang demikian kecil, Linux pula. Tapi bukan masalah untuk saya karena memang suka dengan tampilannya yang mungil.  Bagi saya, yang penting laptop itu bisa dipakai mengetik dan filenya boleh disimpan di flashdisk. Saat itu, sudah senang sekali karena punya laptop sendiri.  Selama ini kalau mau mengetik, sering minjam laptop orang lain atau menyewa di rental komputer.

Sekarang laptop mungil ini sudah tidak berfungsi lagi, namun masih lengkap tersusun dengan kotak, kuitansi, hingga buku panduan. Membelinya dulu perlu perjuangan, mulai dari berhemat hingga cari tambahan dana. Puas sekali ketika akhirnya terbeli. Sebagai kenang-kenangan, laptop ini tetap disimpan rapi.

Sekarang sudah mencapai ujung tahun 2021 dan ASUS terus eksis dan berinovasi dengan mengeluarkan ASUS OLED.  Melalui fitur Eye Care, mata kita dilindungi dari radiasi sinar biru.  Mata lebih nyaman menatap layar dan bisa sehat untuk jangka panjang.  Tidur malam pun lelap, hingga tubuh cukup istirahat dan lebih segar. Dengan tubuh segar, kita mampu untuk tetap produktif dan kreatif berkarya.  



Yuk, gunakan laptop ASUS OLED, supaya mata tetap sehat dan boleh bebas berkreasi dengan tubuh bugar dan bahagia. 





 

Gambar-gambar dan Infografis diedit dengan menggunakan Canva.



Sumber Referensi :

  1. Keluhan Sakit Mata Naik Selama PandemiCOVID-19, www.detikhealth.com, diakses tanggal 28 Desember 2021, pukul 15.20 WIB.
  2. Ketahui Apa itu Blue Light, Bahaya dan Manfaatnya, klinikmatanusantara.com, diakses pada 29 Desember 2021, pukul 20.51 WIB



Komentar

Postingan Populer