Langsung ke konten utama

Unggulan

Dicari, Pemain Bola Berkarakter Kuat dan Tangguh bersama Inner Strength BISKUAT ACADEMY 2022

Pemukiman padat identik dengan anak-anak bermain pada sore hari cerah.  Pekik riang mereka tak bisa diredam oleh situasi yang tak stabil.  Harga-harga barang boleh melonjak, resesi mengancam, politik bisa bergejolak.  Namun tiada yang bisa menghentikan tawa riang mereka.   Mungkin hanya pandemi kemarin yang sempat membuat suasana senyap sementara.  Setelah virus mulai mereda, kegembiraan mereka kembali menyeruak di antara tembok-tembok perumahan. Pemukiman menjadi sunyi jika tak ada bocah seliweran. Permainan yang paling sering dilakoni anak-anak, terutama pria, adalah sepak bola. Entah itu di gang sempit atau perumahan dengan lapangan luas, si bundar selalu mampu menerobos lingkungan warga. Melalui tendangan kaki atau sundulan bola, para bocah itu menunjukkan kreativitasnya mengiring bola hingga sulit direbut lawan. Sepak bola sudah menjadi olahraga favorit di tanah air. Setiap pertandingan kejuaraan mulai dari kelas lokal hingga global, dipenuhi penggemar fanatik. Klub-klubnya berteb

Apa yang Harus Dipertimbangkan Sebelum Memelihara Hewan di Rumah?

  


Sumber : Istockphoto


   Untuk para pencinta hewan, pasti senang sekali kalau pulang ke rumah ada mahluk mungil yang menyambut di pintu.  Mereka mengoyang-goyangkan ekor atau melompat ke pangkuan kita sambil mendengkur. Lain waktu, si anabul mengajak bermain hingga menunggu waktu makan dengan tak sabar.  Ada yang bilang, memelihara hewan seperti anjing dan kucing, bisa mengurangi stress.  Hati selalu terhibur melihat tingkah lucu mereka.  Kalau hati senang, tubuh secara fisik dan mental bisa lebih sehat.


    Namun, setiap kegiatan ada sisi positif dan negatifnya.  Sebahagia apa pun kegiatan kita, kalau sisi negatifnya diabaikan, maka ada akibat kurang baik di kemudian hari. Demikian juga dengan memelihara hewan peliharaan di rumah.  Tetap ada rambu-rambu yang harus diperhatikan agar tidak jadi masalah kelak.


    Hal-hal yang perlu dipertimbangkan sebelum memelihara hewan adalah :

  •  Biaya
        Masalah klasik, tapi bisa jadi bom waktu bila diabaikan.  Cinta dan kasih sayang saja tidak cukup untuk mengurus hewan.  Mereka perlu diberi makan, dikasih obat cacing dan obat kutu, divaksin, serta dibawa ke dokter kalau kelihatan kurang sehat.  

    Butuh biaya besar untuk memelihara hewan agar sehat dan terurus.  Kadang, kalau uang sedang pas-pasan, kita harus rela mengorbankan keinginan kita untuk memenuhi kebutuhan mereka. Kamu sudah siap?


  • Sterilisasi
    Yaitu hewan dimandulkan agar tidak punya keturunan.  Sampai sekarang cara ini masih pro-kontra.  Yang kontra mengatakan kalau sterilisasi melanggar hak hewan untuk berkembang biak.  Tapi saya tetap memilih pro, karena tak tega melihat mereka terus beranak-pinak dan akhirnya kelebihan populasi.  Akibatnya jadi  mengganggu, apalagi jika pemiliknya tak sanggup lagi mengurus. Banyak anjing dan kucing disiksa bahkan dibuang ke jalanan.  Mereka tak bisa mengurus diri sendiri.  Tak mampu mencari biaya untuk makan dan kebutuhan sehari-hari, sebab sangat tergantung pada manusia.  

    

  • Komunikasikan dulu dengan keluarga
    Apakah ada di antara anggota keluargamu yang tidak suka hewan?  Kalau ada, bisakah dia menerima kedatangan hewan tersebut?  Jangan sampai setiap hari ada ketegangan di rumah karena masalah ini.


  • Lingkungan dan tetangga
    Ini juga masalah yang serba salah.  Kita bisa bilang kalau memelihara hewan adalah masalah pribadi keluarga.  Tapi, bagaimana kalau tetanggamu terganggu?  Lingkunganmu bukan orang-orang yang ramah pada hewan, siap dengan resiko diomelin?  Kalau demikian adanya, coba pikirkan lagi.  Pasti kamu enggak mau, kan, kalau dimarahi masyarakat sekitar.  Atau lebih sedih lagi, melihat anabulmu dipukul dan disakiti.


  • Kegiatan lain bisa berjalan normal
    Kalau kamu tetap mau memelihara hewan, pikirkan apakah waktumu cukup untuk mereka?  Jangan sampai mereka hanya pajangan di rumah dan jarang kamu ajak bermain, hanya karena kamu sibuk di luaran.

   Atau sebaliknya, karena sibuk ngurus hewan, kamu malah jarang bermain lagi sama teman-teman.  Sayang, kan, kapan lagi menikmati waktu kongkow sama teman.

    Karena itu, pikirkan siapa yang akan mengurus mereka kalau kamu punya kesibukan.  Jangan sampai mereka berakhir sebagai hewan terlantar.


  • Komitmen seumur hidup
    Ini yang enggak kalah penting.  Maukah mengurus mereka sampai para bidadari menjemput mereka dan membawanya ke jembatan pelangi?  Hindari ada kata 'bosan' bersama mereka.  Apalagi membuangnya ketika sakit.  Selelah apa pun kita, biarkan mereka tinggal beristirahat dan bermain dengan tenang di rumah.  Sekali sudah membawa mereka, berarti siap memeliharanya seumur hidup.


Bagaimana kalau belum memenuhi syarat di atas?

    Ada solusi.  Kamu bisa ikut perkumpulan penyayang hewan yang sekarang sudah banyak bertebaran di berbagai kota.  Siapa tahu mereka butuh tenaga untuk membantu mengurus hewan. Masalah digaji atau sukarela, balik lagi ke organisasinya.  Bicarakan saja dulu.


        Atau kalau punya lebih uang, jadilah donatur untuk yayasan hewan terpercaya.  Mereka tentu sangat terbantu dengan sumbangan yang masuk.  Supaya enggak merasa dikibuli, sebaiknya cek dan ricek dulu keabsahan yayasan yang mau diberi sumbangan.  Bisa dilihat dari rekam jejak mereka atau cari informasi dari orang-orang terpercaya. Atau lebih baik lagi kalau bisa mengunjungi tempatnya, dan melihat langsung kegiatan di sana.


    Itulah sekilas suka dan duka memelihara hewan.  Untuk para penyayang hewan, 'anak-anak' ini adalah mahluk menggemaskan yang memberikan kasih sayangnya pada kita.  Apalagi kalau diurus dengan baik, mereka selalu setia mengikuti ke mana pun sang pemilik melangkah.


    Maka tak ada salahnya bagi kita untuk ikut mengusahakan kesejahteraan mereka.

Komentar

Postingan Populer